Dua Kelurahan Makassar Resmi Jadi Binaan Sadar HAM, Appi Dorong Program Direplikasi ke 153 Kelurahan

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, TALINEWS.COM — Kota Makassar resmi menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam penguatan kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat kelurahan. Kementerian Hak Asasi Manusia menetapkan Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso, dan Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, sebagai kelurahan binaan Sadar HAM.

Penetapan tersebut diperkuat melalui kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat di desa/kelurahan binaan Sadar HAM yang berlangsung di Kelurahan Mattoanging, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri HAM Mugiyanto bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Wamen HAM Mugiyanto mengatakan program Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM merupakan upaya pemerintah untuk membawa pemahaman HAM lebih dekat kepada masyarakat. Menurutnya, HAM tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sipil, tetapi juga menyangkut hak atas pendidikan, kesehatan, pekerjaan, lingkungan yang baik, serta perlindungan kelompok rentan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, Kementerian HAM menempatkan Penggerak HAM di dua kelurahan tersebut. Mereka bertugas menjadi penghubung antara masyarakat sebagai pemegang hak dengan pemerintah sebagai pemegang tanggung jawab, sekaligus memetakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dasar masyarakat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif program tersebut. Ia menilai keberadaan dua kelurahan percontohan menjadi kesempatan bagi Makassar untuk memperkuat literasi HAM sekaligus membangun sistem pelayanan publik yang semakin inklusif.

“Harapan kita ini bisa menjadi modal untuk menduplikasi ke kelurahan-kelurahan yang lain. Persoalan HAM ini tentu menjadi persoalan pokok yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Munafri.

Munafri menjelaskan, dengan 15 kecamatan dan 153 kelurahan serta jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar memiliki karakter masyarakat yang sangat beragam. Kondisi tersebut membuat penguatan literasi HAM menjadi penting untuk menjaga kehidupan sosial yang toleran dan inklusif.

Ia berharap program yang dimulai dari Mattoanging dan Kaluku Bodoa tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Pemkot Makassar akan mendorong agar praktik baik yang dihasilkan dapat direplikasi ke kelurahan lainnya sehingga kesadaran dan pemenuhan HAM semakin merata di seluruh wilayah Kota Makassar.

Berita Terkait

Kasus Kecelakaan Maut di Pangkep Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Ini Alasannya
Kajati Sulsel Lantik Asbin Aspidsus dan Kajari Wajo Ingatkan Penegakan Hukum Berintegritas dan Humanis
Laba PDAM Makassar Tembus Rp17,3 Miliar hingga Juli 2026, Efisiensi Belanja Mulai Berbuah
Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Tiga Pilar Jaga Kamtibmas
Dinkes Makassar Dukung Riset SATUSEHAT Mobile di Puskesmas Kaluku Bodoa
Arifin Majid Soroti Pengelolaan Lingkungan dan Perekonomian Makassar
Puskesmas Pertiwi Gelar Gerakan Nasional Indonesia ASRI
Arifin Majid Akan Bahas Peran DLH dalam Menjaga Lingkungan dan Ekonomi Makassar

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:54 WITA

Kasus Kecelakaan Maut di Pangkep Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Ini Alasannya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Kajati Sulsel Lantik Asbin Aspidsus dan Kajari Wajo Ingatkan Penegakan Hukum Berintegritas dan Humanis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Laba PDAM Makassar Tembus Rp17,3 Miliar hingga Juli 2026, Efisiensi Belanja Mulai Berbuah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Tiga Pilar Jaga Kamtibmas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:44 WITA

Dinkes Makassar Dukung Riset SATUSEHAT Mobile di Puskesmas Kaluku Bodoa

Berita Terbaru