MAKASSAR, TALINEWS.COM — Terbitnya surat diskresi dari DPP Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan tidak mengubah peta dukungan yang telah terbentuk di tingkat DPD II kabupaten/kota.
Sejumlah Ketua DPD II Golkar yang sebelumnya telah menyatakan dukungan kepada Munafri Arifuddin atau Appi menegaskan tetap solid dan berkomitmen mengawal proses Musda sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam Juklak Nomor 02 Tahun 2025.
Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arief, mengatakan pemberian diskresi kepada IAS merupakan kewenangan DPP Partai Golkar dan merupakan hal yang lazim dalam dinamika organisasi. Menurutnya, diskresi diberikan untuk memberikan kesempatan kepada kader yang ingin maju dalam kontestasi partai namun belum memenuhi persyaratan administratif tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Diskresi itu hal biasa dalam Partai Golkar. Ini menunjukkan bahwa Golkar memberikan ruang kepada kader yang ingin berkompetisi. Namun diskresi bukan berarti seseorang otomatis menjadi calon atau harus dipilih oleh pemegang suara,” ujar Zulkarnain.
Ia menjelaskan, setelah memperoleh diskresi, IAS tetap harus mengikuti seluruh tahapan yang diatur dalam Juklak Musda, termasuk memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen dari total pemegang hak suara agar dapat ditetapkan sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Zulkarnain juga mengingatkan bahwa pada Musda sebelumnya DPP Golkar pernah mengeluarkan diskresi kepada lebih dari satu kandidat. Namun pada akhirnya, keputusan tetap ditentukan oleh pemegang suara melalui proses organisasi yang berlangsung secara demokratis.
Karena itu, ia menegaskan bahwa dukungan yang telah diberikan oleh 21 DPD II kepada Munafri Arifuddin hingga saat ini tetap solid dan tidak terpengaruh oleh keluarnya surat diskresi tersebut. Menurutnya, para pemegang suara memiliki komitmen yang sama untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Kami tetap solid mendukung Pak Appi. Diskresi bukan jimat politik dan bukan instrumen yang menghilangkan hak pemegang suara. Yang menentukan hasil Musda tetap pemilik suara,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD II Golkar Gowa, Ambas Syam, menilai diskresi yang diterima IAS hanya berfungsi sebagai syarat untuk mengikuti proses pencalonan. Setelah itu, seluruh bakal calon tetap harus menjalani proses verifikasi dan memenuhi persyaratan organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan.
Menurut Ambas, dukungan terhadap Munafri Arifuddin diberikan karena Appi dinilai telah memenuhi seluruh syarat organisasi serta memiliki kapasitas kepemimpinan dan rekam jejak elektoral yang kuat. Ia berharap Musda Golkar Sulsel nantinya dapat berlangsung demokratis, menjaga soliditas partai, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar kembali berjaya di Sulawesi Selatan.










