Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, Legislator Makassar Soroti Efisiensi dan Pengawasan

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Talinews.com – Perdebatan mengenai skema Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD atau mekanisme tidak langsung kembali mengemuka di tingkat nasional. Sejumlah partai politik mulai mendorong opsi tersebut dengan alasan efisiensi anggaran dan efektivitas sistem politik, termasuk dukungan dari daerah.

Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, turut menyatakan dukungannya terhadap wacana pilkada tidak langsung. Sekretaris DPC Partai Hanura Makassar itu menilai bahwa sistem tersebut tidak bisa serta-merta dianggap sebagai kemunduran demokrasi, melainkan perlu dilihat dari sisi manfaat dan dampaknya.

Menurut Muchlis, salah satu persoalan utama dalam pilkada langsung adalah tingginya ongkos politik yang harus dikeluarkan kandidat. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu praktik pengembalian modal setelah terpilih, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kebijakan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berpandangan bahwa mekanisme pemilihan melalui DPRD justru membuka ruang pengawasan yang lebih ketat terhadap aliran dana politik. Dalam sistem tersebut, penggunaan biaya kampanye dinilai lebih mudah dilacak oleh lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, Muchlis juga menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menilai pilkada langsung kerap memicu pemborosan anggaran untuk kegiatan pencitraan, sementara skema tidak langsung memungkinkan alokasi anggaran lebih fokus pada pembangunan fasilitas publik.

Ia mencontohkan bahwa anggaran miliaran rupiah yang biasanya digunakan untuk kegiatan non-prioritas dapat dialihkan untuk pembangunan sekolah, kantor layanan publik, atau fasilitas umum lainnya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Mengacu pada pengalaman hampir dua dekade pelaksanaan pilkada langsung di Indonesia, Muchlis menilai masih banyak program kepala daerah yang belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia menegaskan dukungannya terhadap mekanisme pilkada melalui DPRD sebagai bagian dari sistem demokrasi perwakilan.

Ia juga menekankan bahwa kekhawatiran mengenai dominasi partai besar seharusnya dijawab oleh masyarakat melalui pilihan politiknya. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan partai yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat sekaligus menghadirkan kader terbaik di parlemen.

Berita Terkait

Apiaty K. Amin Syam Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama BPBD Makassar
Muchlis Misbah Soroti Antrean Panjang Solar di SPBU Makassar
Jufri Pabe Akan Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana
Kejati Sulsel dan Dinsos Kampanyekan Antikorupsi, Dorong Pengelolaan Sekolah Rakyat yang Transparan
Lantik Pejabat Fungsional, Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
Janji Iuran Sampah Gratis Munafri Makin Dirasakan Warga, di Mariso Kini Sasar 7.505 Rumah
Apiaty K. Amin Syam Perkuat Pengawasan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana
Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan di Muscab HNSI

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:47 WITA

Apiaty K. Amin Syam Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama BPBD Makassar

Rabu, 9 September 2026 - 01:02 WITA

Muchlis Misbah Soroti Antrean Panjang Solar di SPBU Makassar

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WITA

Jufri Pabe Akan Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana

Selasa, 8 September 2026 - 17:45 WITA

Kejati Sulsel dan Dinsos Kampanyekan Antikorupsi, Dorong Pengelolaan Sekolah Rakyat yang Transparan

Selasa, 8 September 2026 - 12:17 WITA

Lantik Pejabat Fungsional, Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial

Berita Terbaru