Makassar, Talinews.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya fenomena perang kelompok yang meresahkan warga belakangan ini. Melalui Rapat Koordinasi bersama jajaran Kodim 1408/Makassar, Polrestabes Makassar, dan seluruh perangkat daerah di Balai Kota Makassar, Selasa (20/10/2026), pria yang akrab disapa Appi ini menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk turun langsung mengamankan wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan patroli malam dan pengaktifan kembali pos ronda yang berkolaborasi penuh dengan TNI, Polri, serta Satpol PP.
Appi menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh hanya dibebankan kepada aparat keamanan semata. Ia menuntut jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengambil peran aktif, termasuk bagi wilayah yang saat ini masih berstatus aman. Para camat dan lurah di wilayah tetangga yang berbatasan langsung dengan area rawan diwajibkan ikut memantau kondisi lingkungan secara intensif guna mencegah meluasnya konflik antarkelompok ke kawasan lain.
Sebagai bentuk intervensi taktis di lapangan, patroli malam gabungan akan digelar secara rutin untuk menyisir kawasan-kawasan rawan konflik. Sistem keamanan lingkungan warga juga akan diperkuat dengan memfungsikan kembali pos-pos ronda sebagai ruang interaksi sekaligus sarana deteksi dini. Guna mempersempit ruang gerak pelaku tawuran, Pemerintah Kota Makassar secara proaktif siap mengakomodasi penambahan kamera pengawas (CCTV) berdasarkan pemetaan dan laporan kebutuhan mendesak dari para camat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memperketat pengawasan fisik, Wali Kota turut menyoroti pentingnya meredam pemicu bentrokan yang kerap bermula dari hal sepele atau ketersinggungan di dunia maya. Appi mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah terpancing oleh provokasi, aksi saling ejek, maupun tantangan berkelahi yang marak beredar di media sosial. Di saat yang sama, ia meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum dari luar wilayah yang terbukti memprovokasi kerusuhan.
Untuk menuntaskan masalah secara menyeluruh, Pemerintah Kota Makassar menerapkan strategi penanganan terpadu yang tidak hanya berfokus pada penghentian bentrokan sesaat. Pendekatan ini mencakup langkah preventif melalui edukasi hukum dan pemetaan wilayah rawan, serta langkah kuratif berupa rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial pascakonflik. Jajaran kecamatan dan kelurahan juga didorong untuk memperbanyak kegiatan positif guna menyalurkan energi generasi muda ke arah yang lebih produktif.
Melalui sinergi lintas sektor yang konsisten, rantai kekerasan antarkelompok di Kota Makassar ditargetkan dapat segera diputus sejak fase deteksi dini. Appi meyakini bahwa dialog terbuka dan pemberdayaan warga yang berjalan beriringan dengan penegakan hukum mampu menyentuh akar permasalahan sosial secara efektif. Tujuan akhir dari langkah strategis ini bukan sekadar meredam gejolak sesaat, melainkan menciptakan lingkungan yang benar-benar aman, damai, dan kondusif bagi seluruh aktivitas masyarakat kota dalam jangka panjang.










