MAKASSAR, TALINEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota Makassar terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan edukasi penyakit menular yang melibatkan kader Tim Penggerak (TP) PKK dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.
Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar tersebut berlangsung di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Senin (29/6/2026).
Dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar memberikan penguatan pemahaman terkait Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, hingga pentingnya mengakses layanan kesehatan secara tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi kesehatan hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.
Menurutnya, kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai penyakit menular sekaligus membantu mengurangi stigma yang masih berkembang di masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dinkes Makassar juga menyampaikan perkembangan layanan HIV di Kota Makassar yang terus diperkuat untuk memberikan akses pemeriksaan dan pengobatan yang lebih mudah bagi masyarakat.
Saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik. Selain itu, terdapat 53 layanan pengobatan HIV yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik serta didukung oleh 53 layanan pengobatan HIV. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain HIV/AIDS, edukasi juga menyoroti penyakit Tuberkulosis (TB) yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat. Pemahaman mengenai gejala, penularan, pemeriksaan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas menjadi bagian penting dalam materi yang diberikan kepada para kader.
Dinkes Makassar mendorong kader untuk turut menyampaikan pesan kesehatan tersebut kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit menular.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, mengatakan kader PKK memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat memahami lebih dalam mengenai penyakit menular, cara pencegahan, serta penanganannya, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Indira.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Sudirman Katu dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang memberikan materi mengenai HIV, mulai dari pengertian, faktor risiko, hingga cara penularannya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai HIV agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara tepat sekaligus menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.
Melalui kolaborasi Dinkes Makassar dan TP PKK, edukasi kesehatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diteruskan oleh para kader kepada keluarga dan masyarakat di masing-masing wilayah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pencegahan penyakit menular, memperluas akses layanan kesehatan, serta mendorong masyarakat lebih aktif melakukan deteksi dini dan menjaga kesehatan.










