MAKASSAR, TALINEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat dengan ditunjuk sebagai salah satu dari 40 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pilot project Program Piloting Digital Bansos Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program ini bertujuan membangun sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data melalui aplikasi Perlinsos.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan penunjukan tersebut menjadi momentum penting dalam mewujudkan tata kelola perlindungan sosial yang modern dan akuntabel. Menurutnya, digitalisasi bantuan sosial diharapkan mampu memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak berdasarkan indikator kesejahteraan yang objektif.
Dalam implementasinya, aplikasi Perlinsos akan digunakan untuk menghimpun berbagai indikator sosial dan ekonomi masyarakat. Data yang dikumpulkan kemudian diolah secara otomatis oleh sistem sehingga penetapan penerima bantuan tidak lagi bergantung pada penilaian subjektif, melainkan berdasarkan hasil pengolahan data yang terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri Tajuddin, menjelaskan bahwa program tersebut masih berada pada tahap uji coba dan baru diterapkan di 40 kabupaten/kota di Indonesia. Ia menilai penggunaan aplikasi Perlinsos akan meningkatkan akurasi data penerima bantuan dibandingkan sistem pendataan sebelumnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembentukan sekitar 6.000 agen digital yang berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga saat ini, lebih dari 5.000 agen telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menjadi syarat penggunaan aplikasi Perlinsos. Para agen nantinya bertugas mendampingi masyarakat dalam proses pendataan.
Sebagai tahap awal, uji coba program telah dilaksanakan di Kelurahan Lakkang dan Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, dengan melibatkan sekitar 80 agen digital yang didampingi langsung oleh tim Kementerian Sosial RI. Selanjutnya, Dinas Sosial akan melaksanakan pelatihan lanjutan agar seluruh agen siap memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Program ini pada tahap awal difokuskan kepada masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun ke depan, pendataan melalui aplikasi Perlinsos akan menjangkau seluruh masyarakat Kota Makassar sehingga pemerintah memiliki basis data sosial yang lebih lengkap, akurat, dan selalu diperbarui.
Selain memperkuat transformasi digital penyaluran bantuan sosial, Dinas Sosial Kota Makassar juga memastikan kesiapan logistik kebencanaan tetap terjaga. Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari bahan pangan, perlengkapan dapur umum hingga kebutuhan penanganan bencana, sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan sosial yang cepat, tepat sasaran, dan berpihak kepada masyarakat.










