MAKASSAR, TALINEWS.COM — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, memberikan klarifikasi terkait berbagai informasi yang beredar mengenai alokasi dana hibah sebesar Rp15 miliar untuk KONI Kota Makassar dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran dilakukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Ismail, dana hibah tersebut bukan merupakan keputusan sepihak ataupun anggaran yang muncul tanpa dasar hukum. Hibah kepada KONI diproses melalui mekanisme APBD Perubahan yang dibahas bersama DPRD Kota Makassar dan kemudian ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengaitkan proses penganggaran tersebut dengan pribadi Wali Kota Makassar.
Ia menjelaskan bahwa proses hibah pemerintah daerah merupakan mekanisme kelembagaan yang melibatkan perangkat daerah sesuai kewenangannya, sementara pembahasan anggaran dilakukan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD. Dengan demikian, seluruh tahapan telah mengikuti prosedur yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ismail juga menepis anggapan bahwa dana hibah tersebut hanya dinikmati oleh pengurus KONI. Menurutnya, seluruh anggaran akan digunakan untuk mendukung pembinaan atlet, pelatih, cabang olahraga, penyelenggaraan kejuaraan resmi, pembinaan usia dini, hingga peningkatan fasilitas latihan guna mendorong prestasi olahraga Kota Makassar.
Lebih lanjut, ia memastikan pengelolaan dana hibah akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) serta seluruh regulasi yang berlaku. Seluruh penggunaan anggaran akan dicatat, dipertanggungjawabkan, dan dilaporkan kepada Pemerintah Kota Makassar serta siap diperiksa oleh Inspektorat maupun lembaga audit yang berwenang.
Menutup keterangannya, Ismail menegaskan bahwa KONI Kota Makassar terbuka terhadap kritik yang disampaikan secara objektif dan berbasis data. Namun, ia mengingatkan agar setiap informasi yang berkembang tidak dibangun atas spekulasi atau tuduhan tanpa bukti. Menurutnya, fokus utama KONI saat ini adalah meningkatkan prestasi olahraga, membina atlet, serta menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.










