MARAUKE,TALINEWS.COM – Perjuangan hidup tidak pernah mengkhianati hasil. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Yeman, seorang perantau asal Jeneponto yang kini tengah diliputi rasa bahagia dan haru yang luar biasa. Bagaimana tidak, putra tercintanya baru saja dinyatakan lulus dan resmi menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dari Aspal Makassar ke Tanah Papua
Sebelum mengadu nasib di Merauke, Yeman bukanlah orang asing di jalanan Kota Makassar. Selama bertahun-tahun, ia menyambung hidup sebagai sopir angkot trayek Sentral – Daya. Debu jalanan dan terik matahari sudah menjadi kawan akrabnya demi menafkahi keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demi mencari peruntungan yang lebih baik, ia memutuskan untuk merantau ke Merauke. Di tanah rantau, ia terus bekerja keras dengan satu tujuan: memastikan pendidikan dan masa depan anak-anaknya lebih baik dari dirinya.
Sujud Syukur dan Kebanggaan Keluarga
Kabar kelulusan putranya menjadi anggota TNI disambut dengan tangis haru. Yeman mengaku tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah yang dianggapnya seperti mimpi tersebut.
“Ini semua berkat doa dan kuasa Allah. Saya hanya seorang sopir angkot, tapi alhamdulillah anak saya bisa mengabdi pada negara,” ungkapnya dengan nada bergetar.
Tak Lupa Akar di Kampung Barobbo
Meski kini menetap di Merauke, kebahagiaan ini langsung ia persembahkan untuk keluarga besar di kampung halamannya, Kampung Barobbo, Kabupaten Jeneponto. Yeman menekankan bahwa kesuksesan anaknya adalah buah doa dari orang tuanya (kakek dan nenek sang prajurit) yang masih setia menunggu kabar baik di Butta Turatea.
Kisah Yeman menjadi bukti nyata bagi para perantau lainnya bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi anak daerah untuk meraih cita-cita setinggi langit, asalkan dibarengi dengan kerja keras dan doa yang tulus.










