MAKASSAR, TALINEWS.COM — Penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu dimulai dari kebijakan berskala besar. Dari tingkat kecamatan, berbagai aktivitas usaha dan potensi wilayah dapat menjadi bagian penting dalam membangun perekonomian Kota Makassar.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2026 pada bidang perekonomian bersama Kecamatan Mariso Kota Makassar yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Arifin Majid, M.M.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, di Hotel Royal Bay, Jalan Sultan Hasanuddin No. 4, Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Drs. Arifin Majid, M.M., membuka sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber Andi Muhammad Kamil Yamin, S.ST., M.T., dan Dr. Nurmal Idrus, M.M. Sementara Apaluddin bertindak sebagai moderator.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspek perekonomian di tingkat wilayah menjadi bahan pembahasan. Kecamatan dinilai memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai dinamika yang terjadi di lapangan.
Arifin Majid menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi di tingkat kecamatan perlu melihat potensi yang dimiliki setiap wilayah. Pemerintah tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga memastikan kebijakan tersebut mampu menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonominya.
Menurutnya, masyarakat merupakan bagian utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, berbagai potensi usaha yang tumbuh di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan masyarakat. Kita perlu melihat potensi yang ada di setiap wilayah dan bagaimana potensi itu dapat dikembangkan menjadi peluang yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, penguatan perekonomian juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, pelaku usaha, dan masyarakat. Komunikasi tersebut penting agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Arifin juga menilai kegiatan pengawasan seperti ini menjadi kesempatan bagi DPRD untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendengarkan masukan dari pemerintah wilayah.
Menurutnya, hasil pengawasan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat menjadi bahan dalam melihat efektivitas program serta menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Khusus Kecamatan Mariso, ia berharap potensi ekonomi yang ada dapat terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan karakter wilayah.
“Yang kita harapkan adalah setiap kebijakan punya dampak nyata. Ketika ekonomi wilayah bergerak, masyarakat harus menjadi pihak yang ikut merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Arifin berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah di tingkat kecamatan semakin baik dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.










