MAKASSAR, TALINEWS.COM — Pasar menjadi salah satu ruang ekonomi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di dalamnya berlangsung aktivitas perdagangan yang melibatkan pedagang, pembeli, pelaku usaha, hingga berbagai sektor ekonomi lainnya.
Karena itu, pengelolaan pasar menjadi bagian penting dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Arifin Majid, M.M.
Kegiatan pada bidang perekonomian bersama Perumda Pasar Makassar Raya Kota Makassar tersebut berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Hotel Royal Bay, Jalan Sultan Hasanuddin No. 4, Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arifin Majid, M.M., bertindak sebagai narasumber sekaligus membuka kegiatan. Hadir sebagai narasumber Andi Susanto, S.Sos., dan Drs. Adiraja Radi Pakki, dengan Muh. Zul Qadri sebagai moderator.
Dalam kegiatan tersebut, pengelolaan pasar dibahas dari berbagai sisi, termasuk kondisi pedagang, pelayanan, fasilitas, kebersihan, ketertiban, serta upaya menciptakan aktivitas perdagangan yang semakin produktif.
Arifin Majid menyampaikan bahwa pasar harus mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus menciptakan ruang usaha yang kondusif bagi para pedagang. Menurutnya, keberadaan pasar memiliki hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus diperbaiki agar pedagang nyaman berusaha dan masyarakat nyaman beraktivitas,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, pengawasan DPRD menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat bagaimana penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan, termasuk dalam pengelolaan sektor perekonomian melalui Perumda Pasar Makassar Raya.
Menurut Arifin, komunikasi antara pengelola pasar, pedagang, masyarakat, dan pemerintah daerah perlu terus dibangun. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan pengelolaan pasar yang lebih tertata.
Ia juga berharap pengelolaan pasar tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang bersih, tertib, aman, dan produktif.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, pasar diharapkan tetap menjadi salah satu penggerak perekonomian Kota Makassar serta memberikan ruang yang lebih baik bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas usaha.








