Wali Kota Makassar Turun ke Tamalanrea, Tegaskan Proyek PSEL Harus Utamakan Kepentingan Warga

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Talinews.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung menemui masyarakat di Kecamatan Tamalanrea untuk mendengarkan aspirasi warga terkait rencana pembangunan Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar agar setiap pembangunan strategis berjalan selaras dengan kepentingan dan rasa aman masyarakat.

Dalam peninjauan di kawasan Grand Eterno, Kelurahan Parangloe, Munafri mendapati adanya kekhawatiran warga terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikelola PT Sarana Utama Synergy (PT SUS). Warga menilai lokasi proyek yang berdekatan dengan permukiman berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan, sehingga memicu penolakan sejak awal.

Menanggapi hal tersebut, Munafri menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan suara masyarakat. Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memfasilitasi dialog terbuka antara perusahaan pelaksana proyek dan warga setempat agar seluruh informasi disampaikan secara transparan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah akan mempertemukan masyarakat dengan pihak perusahaan. Semua harus dibicarakan secara terbuka. Jangan sampai investasi justru menimbulkan keresahan atau merugikan warga,” tegas Munafri saat berdialog dengan masyarakat.

Munafri juga menekankan bahwa proyek PSEL tidak akan dijalankan apabila belum ada kejelasan dan kesepakatan bersama. Bahkan, ia membuka opsi pemindahan lokasi proyek jika hasil dialog dan kajian menunjukkan potensi dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, perwakilan warga Tamalanrea menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wali Kota Makassar. Warga menegaskan penolakan mereka bukan terhadap program PSEL, melainkan terhadap lokasi pembangunan yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman. Pemerintah Kota Makassar pun berkomitmen menjadikan dialog lanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan demi memastikan pembangunan berjalan adil, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Berita Terkait

KONI Makassar Perkuat SDM Olahraga Lewat Workshop Pembinaan Inti dan Mobilisasi Sumber Daya
Antrean Solar Jadi Sorotan, Pertamina Siapkan Empat Klaster SPBU di Makassar
Pengelolaan Pasar Jadi Sorotan, Andi Suharmika Bahas Pengawasan Ekonomi Daerah
Andi Suharmika Buka Ruang Pengawasan, Soroti Pengelolaan Pasar Makassar Raya
Apiaty Amin Syam Tekankan Kolaborasi dalam Memperkuat Tata Kelola Lingkungan Makassar
Apiaty Amin Syam Perkuat Pengawasan Pemerintahan Lewat Isu Lingkungan Hidup
Apiaty Amin Syam dan Kecamatan Ujung Pandang Bahas Penguatan Penyelenggaraan Pemerintahan
Andi Suharmika Dorong Keterbukaan Data Desil dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:58 WITA

KONI Makassar Perkuat SDM Olahraga Lewat Workshop Pembinaan Inti dan Mobilisasi Sumber Daya

Rabu, 23 September 2026 - 16:47 WITA

Antrean Solar Jadi Sorotan, Pertamina Siapkan Empat Klaster SPBU di Makassar

Minggu, 20 September 2026 - 19:08 WITA

Pengelolaan Pasar Jadi Sorotan, Andi Suharmika Bahas Pengawasan Ekonomi Daerah

Sabtu, 19 September 2026 - 21:06 WITA

Andi Suharmika Buka Ruang Pengawasan, Soroti Pengelolaan Pasar Makassar Raya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:21 WITA

Apiaty Amin Syam Tekankan Kolaborasi dalam Memperkuat Tata Kelola Lingkungan Makassar

Berita Terbaru