MAKASSAR, TALINEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar bersama Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros resmi menjalin kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis aglomerasi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2026).
Kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah secara terpadu di kawasan Mamminasata, sekaligus mendukung program nasional pengelolaan sampah berbasis energi (waste to energy).
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa proyek PSEL merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks, khususnya di wilayah perkotaan dengan timbulan sampah tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proyek ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah secara sistemik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa pendekatan aglomerasi dipilih agar penanganan sampah tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui sinergi antarwilayah.
Ia mengungkapkan, timbulan sampah di Makassar saat ini mencapai sekitar 800 ton per hari, ditambah kontribusi dari Kabupaten Gowa sekitar 150 ton dan Kabupaten Maros sekitar 50 ton per hari. Dengan skema tersebut, fasilitas PSEL ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.
“Kolaborasi ini memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi, tidak berdiri sendiri-sendiri,” jelasnya.
Munafri menambahkan, proyek ini juga diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 MegaWatt, tergantung kualitas sampah yang diolah. Ia memastikan teknologi yang digunakan merupakan teknologi modern dan telah teruji, sehingga aman bagi lingkungan.
Pemerintah Kota Makassar sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa, dengan kebutuhan efektif sekitar 7 hektare untuk pembangunan fasilitas PSEL.
Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari solusi hilir yang terintegrasi dengan pembenahan sistem persampahan secara menyeluruh, termasuk peralihan metode open dumping ke sanitary landfill serta penguatan pengelolaan dari hulu.
Ia berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah, sekaligus mendorong terciptanya sistem pengelolaan yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kota Makassar dan sekitarnya.










