Puluhan Ribu Peserta PBI Dinonaktifkan, DPRD Makassar Soroti Dampak ke Layanan Kesehatan

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Talinews.com – Sebanyak 38.760 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan di Kota Makassar dinonaktifkan pada tahun 2026. Kebijakan ini merupakan dampak dari pembaruan dan pemutakhiran data kesejahteraan nasional oleh pemerintah pusat yang mengacu pada keputusan resmi Kementerian Sosial.

Dinas Sosial Kota Makassar menjelaskan, penonaktifan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 03/HUK/2026. Namun demikian, tidak semua peserta kehilangan jaminan kesehatan. BPJS Kesehatan Cabang Makassar mencatat sekitar 20 ribu peserta justru mengalami peralihan segmen pembiayaan dari APBD ke APBN.

Kondisi ini memicu polemik di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang mendapati status kepesertaan mereka tiba-tiba tidak aktif saat hendak berobat. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman Husain, menilai persoalan ini sangat krusial karena berdampak langsung pada akses layanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fahrizal menjelaskan, berdasarkan laporan Dinas Sosial dan Kementerian Sosial, salah satu penyebab penonaktifan adalah temuan data bahwa penerima bantuan dianggap sudah mampu, misalnya karena memiliki cicilan kendaraan atau pinjaman online. Selain itu, kepesertaan juga dapat dinonaktifkan jika peserta tidak melakukan pemeriksaan kesehatan dalam jangka waktu tertentu.

Ia juga menyebut perubahan status bisa terjadi jika ada laporan dari pihak kelurahan yang menilai kondisi ekonomi penerima sudah membaik. Bahkan, keberadaan anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga yang mampu membayar BPJS mandiri juga dapat memengaruhi status PBI penerima lainnya.

Sebagai solusi, Fahrizal menyarankan warga yang masih layak menerima bantuan namun terkendala administrasi untuk melakukan penyesuaian data, seperti pemisahan Kartu Keluarga melalui pemerintah setempat. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat rutin memanfaatkan layanan kesehatan agar data kepesertaan tetap terpantau.

Di sisi lain, ia mendorong peningkatan sosialisasi dari BPJS dan instansi terkait agar masyarakat tidak kebingungan ketika status mereka berubah. DPRD bersama pemerintah daerah juga telah membuka ruang pelaporan cepat, termasuk opsi pengaktifan kembali PBI melalui pembiayaan APBD bagi warga yang membutuhkan.

Berita Terkait

Pemkot Makassar Apresiasi Rekomendasi DPRD, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Pembangunan
KONI Makassar Gandeng Polrestabes, Perkuat Pencegahan Korupsi dan Pengamanan Event Olahraga
DPRD Makassar Terima Aksi HMI Cabang Makassar, Soroti Pemanfaatan CSR untuk Beasiswa Pendidikan
Andi Suharmika Kawal Aksi May Day 2026 di Kantor DPRD Kota Makassar
May Day 2026 di Makassar: Munafri–Aliyah Rangkul Buruh Lewat Fun Walk Penuh Kebersamaan
Dr. Fahrizal Tekankan Penguatan BPBD dalam Pengawasan DPRD Kota Makassar
PDAM Makassar Tancap Gas Atasi Krisis Air, Direksi Baru Fokus Perbaiki Distribusi di Utara Kota
Groundbreaking Mal Ratu Indah, Appi Sebut Simbol Baru Pertumbuhan Ekonomi Makassar

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:47 WITA

Pemkot Makassar Apresiasi Rekomendasi DPRD, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Pembangunan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:30 WITA

KONI Makassar Gandeng Polrestabes, Perkuat Pencegahan Korupsi dan Pengamanan Event Olahraga

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:14 WITA

DPRD Makassar Terima Aksi HMI Cabang Makassar, Soroti Pemanfaatan CSR untuk Beasiswa Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:07 WITA

Andi Suharmika Kawal Aksi May Day 2026 di Kantor DPRD Kota Makassar

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12 WITA

May Day 2026 di Makassar: Munafri–Aliyah Rangkul Buruh Lewat Fun Walk Penuh Kebersamaan

Berita Terbaru