Makassar, Talinews.com – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Irwan Djafar, menggelar Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025/2026 di Kelurahan Tidung, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Segitiga Delta Zone tersebut dihadiri warga yang menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari layanan kesehatan hingga infrastruktur lingkungan.
Dalam pertemuan itu, Irwan menyoroti persoalan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kerap tidak aktif saat warga hendak berobat. Ia menyebut, kasus ini menjadi salah satu keluhan paling sering diterima, bahkan hampir setiap hari ada laporan warga yang baru mengetahui status KIS-nya tidak aktif ketika sudah dalam kondisi sakit.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif mengecek status kepesertaan melalui aplikasi JKN atau fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. Menurutnya, langkah ini penting agar warga tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain isu kesehatan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian utama dalam reses tersebut. Warga mengeluhkan kondisi drainase yang tidak pernah dibersihkan selama bertahun-tahun, bahkan ada yang mencapai puluhan tahun. Irwan mengaku telah menindaklanjuti sejumlah laporan serupa dan berhasil mendorong pengerukan saluran yang sebelumnya terbengkalai.
Beberapa warga juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Irwan yang dinilai responsif dalam mengawal aspirasi hingga terealisasi. Selain drainase, warga turut mengeluhkan fasilitas umum seperti lampu jalan yang mati serta kondisi selokan yang membutuhkan perbaikan segera.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Irwan meminta masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan saat reses, tetapi juga aktif melaporkan persoalan secara langsung. Ia menegaskan siap menindaklanjuti laporan warga dengan berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Sebagai bentuk komitmen, Irwan juga mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas panggung di area lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Ia berharap usulan tersebut dapat direalisasikan dalam perubahan anggaran 2026 agar dapat segera digunakan oleh warga.










