Makassar, Talinews.com – Komisi B DPRD Kota Makassar menggelar rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sekaligus membahas strategi dan target tahun 2026. Rapat yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026) tersebut menyoroti tren positif peningkatan PAD yang dinilai cukup signifikan.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengungkapkan bahwa PAD Kota Makassar tahun 2025 berhasil mencapai Rp1,9 triliun. Sementara itu, untuk tahun 2026, pemerintah kota melalui Bapenda menargetkan peningkatan hingga Rp2,4 triliun.
Ismail menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai, mengingat sinergi internal di tubuh Bapenda dinilai sudah berjalan dengan baik. Ditambah dengan perencanaan dan strategi yang matang, ia meyakini kinerja pengelolaan pendapatan daerah akan semakin maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keyakinan tersebut juga didasarkan pada pemaparan masing-masing bidang di Bapenda yang dinilai realistis dan terukur. Bahkan, capaian tahun 2025 yang tetap tinggi meskipun sebagian pejabat baru menjabat menjadi indikator bahwa kinerja institusi berjalan cukup solid.
Sebagai mitra kerja, Komisi B DPRD Makassar menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai strategi yang disusun Bapenda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan target PAD tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi dilampaui.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa sektor penyumbang PAD terbesar masih didominasi oleh Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak reklame. Namun, DPRD menilai masih banyak potensi lain yang belum dimaksimalkan.
Komisi B pun mendorong langkah konkret seperti inspeksi mendadak (sidak), uji petik, serta peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, potensi baru seperti maraknya kafe rumahan juga dinilai perlu mendapat perhatian serius agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Kota Makassar.










