ACEH, TALINEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen solidaritas antar daerah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memimpin dan mengantarkan bantuan tersebut sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah serta masyarakat Kota Makassar.
Penyerahan bantuan pertama dilakukan di Provinsi Aceh pada Senin (5/1/2026). Bantuan kemanusiaan dari Pemkot Makassar diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, sebagai representasi Pemerintah Aceh. Kehadiran langsung Wali Kota Makassar menegaskan sinergi dan dukungan lintas daerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Rangkaian misi kemanusiaan berlanjut ke Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (6/1/2026). Di wilayah tersebut, bantuan Pemkot Makassar diserahkan langsung kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya. Munafri memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada pemerintah daerah setempat untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak banjir dan bencana alam lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Munafri menyampaikan bahwa Pemkot Makassar telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan nilai bantuan mencapai ratusan juta rupiah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Ia menjelaskan, misi kemanusiaan ini merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kota Makassar di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, juga telah lebih dulu menyalurkan bantuan ke Sumatera Barat dan bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Barat untuk menyampaikan amanah kemanusiaan dari Pemkot Makassar.
Munafri menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud simpati, solidaritas, dan rasa persaudaraan masyarakat Kota Makassar terhadap saudara-saudara di Sumatera. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut.










