MAKASSAR, TALINEWS.COM — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan kembali ditunjukkan melalui kehadiran layanan transportasi laut antarpulau bertajuk Pete-pete Laut. Program ini diperkenalkan dalam momentum Refleksi Akhir Tahun 2025 sebagai wujud nyata realisasi janji politik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Pete-pete Laut dihadirkan sebagai solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dirasakan masyarakat pulau. Layanan ini beroperasi secara gratis dan diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperkuat konektivitas sosial-ekonomi, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan Kota Makassar tidak hanya berfokus pada wilayah daratan, tetapi juga menyentuh pulau-pulau terluar. Dengan konektivitas laut yang lebih baik, pemerintah berharap kesenjangan pelayanan publik antara pusat kota dan wilayah kepulauan dapat ditekan secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk tahap awal, satu unit kapal kayu telah disiapkan dan dinyatakan siap beroperasi. Kapal tersebut akan melayani wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarang, mencakup Pulau Lae-lae, Kodingareng, Barrang Caddi, dan Barrang Lompo. Selain itu, rencana pengembangan layanan juga menyasar pulau-pulau terluar seperti Langkai, Lanjukkang, Lumu-Lumu, dan Bone Tambu.
Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Makassar, Jusman, menyampaikan bahwa program Pete-pete Laut merupakan salah satu prioritas utama Wali Kota Makassar. Menurutnya, kehadiran transportasi laut gratis ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat pulau yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan moda transportasi.
“Untuk tahap awal, kami fokuskan pada rute dengan jarak relatif dekat sebagai uji coba operasional. Kapal yang disiapkan memiliki kapasitas sekitar 20 hingga 25 penumpang dan siap melayani masyarakat secara rutin,” jelas Jusman.
Dishub Makassar juga tengah melakukan kajian lanjutan terkait jadwal operasional, waktu tempuh, serta aspek keselamatan pelayaran sebelum memperluas jangkauan layanan. Pemerintah memastikan seluruh tahapan dilakukan secara matang agar pelayanan berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berencana menambah dua unit kapal lagi pada tahun 2026, sehingga total armada Pete-pete Laut menjadi tiga unit. Dengan penambahan armada tersebut, frekuensi pelayaran dan jangkauan layanan antarpulau diharapkan semakin optimal.
Hadirnya Pete-pete Laut menegaskan keseriusan Pemkot Makassar dalam membangun kota secara inklusif, dari daratan hingga wilayah kepulauan terluar, sekaligus menjadi simbol nyata bahwa janji politik MULIA mulai diwujudkan dalam bentuk layanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.










