MAKASSAR, TALINEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar tengah bersiap menyambut pesta demokrasi tingkat warga melalui Pemilihan Ketua RT dan Ketua RW Serentak yang akan digelar pada 3 Desember 2025 mendatang. Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem demokrasi di tingkat akar rumput, sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan transparan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa proses pemilihan harus berlangsung demokratis, tertib, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa keberadaan RT dan RW bukan sekadar struktur administratif, tetapi merupakan ujung tombak pemerintah dalam menerjemahkan dan melaksanakan program pembangunan hingga ke lorong-lorong kota. “RT dan RW harus menjadi bagian dari tim pemerintahan yang bekerja untuk masyarakat, bukan hanya menjabat secara formalitas. Kita butuh orang yang siap turun ke lapangan, bekerja dengan hati, dan mampu menggerakkan warganya,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota.
Tahapan pelaksanaan pemilihan telah disusun secara rinci oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar. Mulai dari sosialisasi teknis pada 12–13 November, pendaftaran calon pada 22–24 November, hingga pencoblosan pada 3 Desember 2025. Setelahnya, hasil pemilihan Ketua RT akan diumumkan pada 4 Desember, sementara pemilihan Ketua RW akan berlangsung pada 8 Desember 2025. Kepala BPM, A. Anshar, menyebutkan bahwa seluruh proses dirancang agar berjalan transparan dan akuntabel sesuai Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 20 Tahun 2025 tentang tata cara pemilihan Ketua RT dan Ketua RW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Munafri menegaskan pentingnya integritas para calon Ketua RT/RW. Ia tidak menginginkan praktik diskriminatif atau ketimpangan dalam pelayanan warga. “Tidak boleh ada warga yang diperlakukan berbeda. Ketua RT dan RW harus menjadi penghubung yang adil, memastikan semua program pemerintah tersampaikan dengan baik, terutama bantuan bagi warga kurang mampu,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari camat hingga lurah, mengawal pelaksanaan pemilihan dengan menjaga kondusifitas lingkungan dan netralitas aparat.
Pemkot Makassar juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan ini. Menurut Munafri, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan demokrasi lokal. “Kita ingin warga benar-benar memilih, bukan apatis. Karena demokrasi itu bukan milik elit, tapi milik semua orang yang peduli dengan lingkungannya,” ungkapnya. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Pemkot bahkan menyiapkan Kecamatan Ujung Pandang sebagai lokasi percontohan yang akan dikunjungi langsung oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda.
Melalui pemilihan serentak ini, Pemerintah Kota Makassar berharap lahirnya para Ketua RT dan RW yang kredibel, partisipatif, dan berkomitmen menjalankan visi MULIA (Maju, Unggul, Lestari, Inovatif, dan Adaptif). “Ini bukan hanya agenda rutin, tapi bagian dari upaya kita membangun demokrasi sejati di tingkat warga,” tutup Wali Kota Munafri. Dengan demikian, 3 Desember 2025 akan tercatat sebagai hari penting bagi warga Makassar—hari ketika demokrasi menyapa setiap lorong kota dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial.










